Trowulan adalah salah satu situs arkeologi yang dianggap sebagai pusat Kerajaan Majapahit. Situs ini terletak sekitar 60 km barat daya dari Surabaya dan mencakup area seluas 11 x 9 kilometer persegi. Bukti arkeologis dan laporan dari pelaut Cina pada abad ke-15 menunjukkan bahwa Trowulan kemungkinan besar adalah ibu kota Majapahit selama masa kejayaannya (tirto.id) (Wikipedia) (Good News from Indonesia).
Di Trowulan terdapat banyak peninggalan sejarah seperti kanal, kolam Segaran, pintu gerbang Bajangratu dan Wringin Lawang, serta beberapa candi seperti Candi Tikus dan Candi Brahu. Candi Tikus, misalnya, merupakan kolam pemandian ritual yang ditemukan pada tahun 1914 dan telah direstorasi beberapa kali (Wikipedia) (Good News from Indonesia).
Ekskavasi di daerah ini menunjukkan bahwa banyak bagian dari pemukiman kuno masih terkubur di bawah lapisan lumpur dan puing-puing vulkanik akibat letusan Gunung Kelud serta banjir dari Sungai Brantas (Wikipedia). Selain itu, artefak lain yang ditemukan di Trowulan termasuk arca, lingga, yoni, prasasti, dan mata uang yang menunjukkan aktivitas agama, perdagangan, dan pemerintahan yang kompleks di daerah ini (tirto.id) (Wikipedia).
Dengan berbagai peninggalan dan bukti arkeologis, Trowulan memberikan gambaran yang kaya tentang kehidupan dan kebudayaan pada masa Kerajaan Majapahit dan tetap menjadi situs penting bagi penelitian sejarah dan budaya di Indonesia.

No comments:
Post a Comment